Friday, February 24, 2017

Gagal dalam penyusuan? Gagalkah kita?

 
 
Bismillahirrahmanirrahim
Menyusukan anak sehingga 2 tahun merupakan impian setiap ibu-ibu pada masa sekarang. Saya juga merupakan seorang ibu yang sentiasa memasang niat dan impian untuk menyusukan anak. Jujurnya saya akui, untuk anak pertama, saya tidak dapat mencapai impian ini kerana saya terlalu lewat mengumpul stok untuk Rafi. 2 minggu sebelum kerja baru menggigihkan diri mengepam walaupun tahu hasil pam tidak terlalu banyak. Akibatnya, tidak sampai seminggu, Rafi terpaksa menerima susu formula.
 
Harapan saya kembali bersinar semula apabila Allah beri rezeki untuk mengandung lagi. Segala persiapan telah saya lakukan termasuk membeli pam baru dengan niat nak pam awal selepas bersalin. Alhamdulillah Aufa lahir je, susu memang dah ada. 2 minggu selepas Aufa lahir, bermulalah rutin harian mengepam susu sehinggakan kebanyakan masa memang di dalam bilik je, waktu makan je keluar. Nak pam kat luar tak boleh sebab duduk sekali dengan mak ayah mertua. Lainlah kalau duduk sendiri kan.. Hasil pam? Walaupun saya ikut dan konsistem pam, setiap hari saya akan dapat paling banyak 7 oz susu. Itupun lepas susu-susu dicampur sekali untuk sesi-sesi pam sehari. Tapi alhamdulillah banyak stok dapat disimpan sehingga terpaksa membeli deep freezer sebab nak letak barang-barang basah dah tak muat.

Bila usia Aufa masuk 2 bulan, bincang dengan suami untuk ambil cuti tanpa gaji sampai Aufa 6 bulan. Tapi Allah dah takdirkan permohonan saya tidak diluluskan atas sebab kekurangan pegawai. Maka terpaksalah turun kerja tinggalkan Aufa lepas 3 bulan bersalin. Bermulalah rutin menyah bekukan stok susu dan mengepam di pejabat. Selepas beberapa hari, ternyata Aufa minum 6 - 7 botol sehari (21 oz). Pam 3 kali di pejabat setiap hari saya boleh dapat 3 botol susu, balik rumah pula saya boleh dapat 1 botol lagi susu. Jadi setiap hari tidak ada susu yang masuk untuk disimpan, malah semuanya negatif. Akhirnya stok semakin mengurang dan saya terpaksa akur apabila susu formula dibeli untuk topup susu Aufa. 4 bulan sahaja. Perasaan? Allah sahaja yang tahu. Syukur ada suami yang amat memahami dan sentiasa memberi kata semangat dan dorongan. Namun rutin mengepam tetap saya teruskan dan Aufa masih minum susu ibu walaupun terpaksa bercampur dengan susu formula.

Jadi, hasil dari pujukan buat diri sendiri, saya juga ingin memujuk ibu-ibu yang senasib atau kurang bernasib baik di dalam penyusuan ini. Ingat di dalam surah Al-Baqarah, ayat 216 yang bermaksud:

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagi kamu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, ALLAH MENGETAHUI SEDANG KAMU TIDAK MENGETAHUI."

Ya, kita tidak mengetahui apa yang Allah ingin berikan daripada apa yang kita usahakan, tetapi hasil tidak seperti apa yang kita inginkan. Melihat pada ibu-ibu yang dikurniakan rezeki susu yang melimpah ruah (over supply), saya akui memang terasa kita seolah-olah gagal. Namun jom sama-sama kita renung dan lihat pada mereka yang lansung tidak dapat memberi susu kepada anak-anak atas dasar sakit atau sebagainya. Berjaya kan kita? 

Saya terbaca satu blog yang amat memberi inspirasi dan dorongan buat saya. Di bawah ini boleh sama-sama kita jadikan tatapan dan renungan agar kita sedar bahawa apa pun yang berlaku setelah kita berusaha, rasa redha itu akan menjadi pengubat buat kita.
 
Sumber: http://www.lizrohaizat.com/2009/11/hebat-sangatkah-jika-berjaya-menyusukan.html

Ini artikel dalaman dari susuibu.com. Cuba baca. Walau di mana pun tempat anda, anda semua IBU YANG HEBAT!

Breastfeeding your baby for even a day is the best baby gift you can give. Breastfeeding is almost always the best choice for your baby. If it doesn't seem like the best choice for you right now, these guidelines may help.

IF YOU NURSE YOUR BABY FOR JUST A FEW DAYS, he will have received your colostrum, or early milk. By providing antibodies and the food his brand-new body expects, nursing gives your baby his first - and easiest - "immunization" and helps get his digestive system going smoothly. Breastfeeding is how your baby expects to start, and helps your own body recover from the birth. Why not use your time in the hospital to prepare your baby for life through the gift of nursing?

IF YOU NURSE YOUR BABY FOR FOUR TO SIX WEEKS, you will have eased him through the most critical part of his infancy. Newborns who are not breastfed are much more likely to get sick or be hospitalized, and have many more digestive problems than breastfed babies. After 4 to 6 weeks, you'll probably have worked through any early nursing concerns, too. Make a serious goal of nursing for a month, call La Leche League or a Lactation Consultant if you have any questions, and you'll be in a better position to decide whether continued breastfeeding is for you.

IF YOU NURSE YOUR BABY FOR 3 OR 4 MONTHS, her digestive system will have matured a great deal, and she will be much better able to tolerate the foreign substances in commercial formulas. If there is a family history of allergies, though, you will greatly reduce her risk by waiting a few more months before adding anything at all to her diet of breastmilk. And giving nothing but your milk for the first four months gives strong protection against ear infections for a whole year.

IF YOU NURSE YOUR BABY FOR 6 MONTHS, she will be much less likely to suffer an allergic reaction to formula or other foods. At this point, her body is probably ready to tackle some other foods, whether or not you wean. Nursing for at least 6 months helps ensure better health throughout your baby's first year of life, and reduces your own risk of breast cancer. Nursing for 6 months or more may greatly reduce your little one's risk of ear infections and childhood cancers. And exclusive, frequent breastfeeding during the first 6 months, if your periods have not returned, provides 98% effective contraception.

IF YOU NURSE YOUR BABY FOR 9 MONTHS, you will have seen him through the fastest and most important brain and body development of his life on the food that was designed for him - your milk. You may even notice that he is more alert and more active than babies who did not have the benefit of their mother's milk. Weaning may be fairly easy at this age... but then, so is nursing! If you want to avoid weaning this early, be sure you've been available to nurse for comfort as well as just for food.

IF YOU NURSE YOUR BABY FOR A YEAR, you can avoid the expense and bother of formula. Her one-year-old body can probably handle most of the table foods your family enjoys. Many of the health benefits this year of nursing has given your child will last her whole life. She will have a stronger immune system, for instance, and will be much less likely to need orthodontia or speech therapy. The American Academy of Pediatrics recommends nursing for at least a year, to help ensure normal nutrition and health for your baby.

IF YOU NURSE YOUR BABY FOR 18 MONTHS, you will have continued to provide your baby's normal nutrition and protection against illness at a time when illness is common in other babies. Your baby is probably well started on table foods, too. He has had time to form a solid bond with you - a healthy starting point for his growing independence. And he is old enough that you and he can work together on the weaning process, at a pace that he can handle. A former U.S. Surgeon General said, "it is the lucky baby... that nurses to age two."

IF YOUR CHILD WEANS WHEN SHE IS READY, you can feel confident that you have met your baby's physical and emotional needs in a very normal, healthy way. In cultures where there is no pressure to wean, children tend to nurse for at least two years. The World Health Organization and UNICEF strongly encourage breastfeeding through toddlerhood: "Breastmilk is an important source of energy and protein, and helps to protect against disease during the child's second year of life."* Our biology seems geared to a weaning age of between 2 1/2 and 7 years**, and it just makes sense to build our children's bones from the milk that was designed to build them. Your milk provides antibodies and other protective substances as long as you continue nursing, and families of nursing toddlers often find that their medical bills are lower than their neighbors' for years to come. Mothers who have nursed longterm have a still lower risk of developing breast cancer. Children who were nursed longterm tend to be very secure, and are less likely to suck their thumbs or carry a blanket. Nursing can help ease both of you through the tears, tantrums, and tumbles that come with early childhood, and helps ensure that any illnesses are milder and easier to deal with. It's an all-purpose mothering tool you won't want to be without! Don't worry that your child will nurse forever. All children stop eventually, no matter what you do, and there are more nursing toddlers around than you might guess.

WHETHER YOU NURSE FOR A DAY OR FOR SEVERAL YEARS, the decision to nurse your child is one you need never regret. And whenever weaning takes place, remember that it is a big step for both of you. If you choose to wean before your child is ready, be sure to do it gradually, and with love.
 
 
Macam mana? Hebatkan kita? Dah, lap titis air mata tu dan teruskan berusaha. Ingat, Allah tidak membebankan seorang hamba itu melebihi kemampuan dirinya. Sampai sini sahaja semua...

Assalamualaikum...

Sunday, November 6, 2016

Pengalaman bersalin anak kedua

Alhamdulillah hari ini dah merdeka, hari ke 45 pantang. 19 September 2016, perjuangan melahirkan seorang lagi amanah telah berlalu. Dan sepertimana yang pernah saya ceritakan sebelum ini, saya menghidapi GDM (kencing manis) semasa mengandung, jadi doktor sarankan saya untuk melahirkan tidak lebih daripada tarikh dijangka bersalin iaitu 20 September 2016. Samada diinduce ataupun pembedahan. Dengar sahaja perkataan induce dan pembedahan buat hati jadi runsing. Masuk je bulan September, setiap kali solat mesti doa untuk diberi kemudahan bersalin.
Jantina pula pada hari terakhir buat ujian ultrasound, sempat juga tanya doktor. Doktor respon, kemungkinan besar anak lelaki sebab nampak macaam testis tapi batang tak nampak, mungkin dikepit. Itu adalah doktor kedua yang cakap kemungkinan anak lelaki. Jadi, semua pakaian dan keperluan anak lelaki sudah siap disediakan. Dalam hati pun dah redha. Husband pun cakap, boleh jadi kawan abang Rafi nanti dan adalah alasan nak tambah anak lagi. Amboi..

18 September 2016

Hari ni tinggal dua hari lagi due. Pagi tu, sebelum solat Subuh, akhirnya tanda yang ditunggu-tunggu pun tiba. Gembira, takut dan risau semua ada waktu tu. Masih teringat lagi saat bersalin Rafi dulu. Tak lama lagi dah nak berulang. Seperti biasa, tak ke hospital dulu sebab belum masanya. Tapi dah set dalam minda, akan bersalin bila-bila masa. Jadi petang tu, ajak suami jalan-jalan ke Pustaka Negeri dan pusat beli belah sampai penat.
Tengah solat maghrib, mula terasa sakit di pinggang dan ari-ari. Tapi selang masa dalam 30 minit. Tekun tu tengok sela masa tiap kali datang sakit, lepas tu repot kat suami. Dalam jam 10 malam, tengah tidurkan Rafi, sakit datang tiap 10 minit pula dan mula beransur-ansur kerap. Bila dah tiap 5 minit datang sakit, baru ajak suami ke hospital. Waktu tu dah masuk jam 12 tengah malam dah. Sempat solat hajat dulu sebelum keluar rumah agar proses seterusnya dipermudahkan.
19 September 2016

Sampai je di hospital, terus pasang seluar bersalin (yang rupanya tak boleh pakai waktu bersalin, terpaksa ditanggalkan jugak). Daftar apa yang patut, masuk bilik untuk cek ctg dan sesi soal jawab dengan doktor. Waktu cek ctg ni la sakit contraction tu datang tak kerap sangat. Macam tau-tau je dah kat hoapital. Cek bukaan, masih 3 cm. Doktor cakap tunggu dulu sebab dia nak mintak doktor yang lebih pakar buat scan. Siap tanya lagi rumah jauh ke tak. Takkan nak suruh balik kot. 
Sementara tunggu doktor bawak ke bilik scan, tiba-tiba sakit yang teramat datang balik. Makin sakit dan makin kerap. Waktu tu teringat dulu pernah baca tentang hypnobirthing. Waktu kontraksi datang, bayangkan kepala bayi yang excited cuba nak keluar. Fikirkan wajah bayi yang akan kita sambut tak lama lagi. Dan tau tak? Memang berkesan!! Sakit tu memang sakit tapi kita akan rasa lebih tenang dengan sakit yang dialami. Bila dah rasa sakit tu, angkat je dari katil, lepas tu jalan-jalan pusing bilik dengan harapan bukaan tu cepat.
Tak lama lepas tu, masuk bilik scan. Doktor perempuan, agak sedikit tegang wajahnya. Waktu cakap dengan doktor baru tu pun, suara macam marah je. Penat agaknya kot... Tapi bila mula bercakap memperkenalkan diri, terus senyum terukir. Intinasi suara pun berubah. Huh sejuk hati waktu tu. Siap scan, doktor kata baby okey cuma nampak macam kecik. Kemudian, dia cek bukaan pulak. 

"Eh, dah besar dah bukaan ni. Dah 7cm, ambik wheelchair, bawak dia masuk labour room."

7cm dah?? Patutlah tadi sakitnya yang teramat. Doktor terus bawak masuk labour room, tukar baju dan mesej suami suruh masuk. Suami pun terkejut bukaan dah besar dari 3 cm dalam masa tak sampai sejam. Doktor baru tu pun hairan, siap tanya lagi ada ambik air selusuh tak. 
Dalam bilik itu,perasaan dah bercampur baur. Takut pun ada, excited pun ada. Dah nak keluar anak lelaki sorang. Dalam masa tu lah, doktor baru tu siap-siapkan pecah air ketuban dan kosongkan salur kencing. Agak sakit waktu dia laksanakan prosedur tu, tak macam masa bersalin Rafi. Tak lama lepas tu, sakit nak meneran pun sampaaaaiii... Ya Allah, macam biasa sakitnya hanya Tuhan yang tahu. Tapi still, cuba guna konsep dari hypnobirthing tu dulu sambil mulut ikut baca zikir bersama suami. 
"Okey, kalau rasa nak teran, teran je tau Siti. Dah nampak dah tu rambut baby."

Nurse dah bagi kebenaran, dengan sekuat hati meneran dan alhamdulillah dua kali teran, baby pun keluar...
"Tengok ni, Siti dapat baby apa..."

Untuk seketika, waktu nurse tunjuk jantina bayi, saya dan suami kelu.. Tengok muka suami, terus ketawa. Ya Allah, perempuan ke?? Suami pun gelak. Nurse pulak buat muka hairan. Perasaan waktu tu terkwjut sangat. Mana tak nya, dua orang doktor dah bagi instinct yang kami akan dapat anak lelaki lagi. Saya pulak dah siap sediakan semua barang-barang bayi lelaki di rumah. Tup tup keluarnya perempuan!! 
Alhamdulillah...syukur ke hadrat Ilahi dikurniakan sepasang dah anak.
Lepas je bersalin tu, tiba-tiba doktor mention ada sedikit cebisan yang tertinggal di dalam. Diorang panggil doktor pakar untuk tengok dan keluarkan. Doktor tu pun tekan-tekan kat bahagian perut. Agak sakit jugaklah waktu dia tekan tu. Dalam beberapa minit lepas tu, doktor cakap rasanya semua dah keluar tapi saya tetap kena makan antibiotik untuk menghalang kuman daripada timbul hari kemudian. Alhamdulillah, sampai sekarang, tak ada kesan negatif yang datang.
Itu lah pengalaman bersalin kali ni. Rasa macam tak percaya dah ada anak dua.
Oleh sebab ingat dapat anak lelaki, jadi persediaan nama mestilah anak lelaki je. Bila dapat tahu perempuan, terpaksa bertungkus lumus cari nama perempuan pulak. Dan alhamdulillah, pada hari ketujuh jugak ditetapkan nama puteri adalah Aufa Farhana binti Muhammad Fikry.

Assalamualaikum dunia... Eh lupa, berat Aufa saat dilahirkan adalah 2.47kg. Kecil je.. Semoga Aufa menjadi anak solehah, tabung syurga ibu dan ayah. Amin...
Okey, sampai sini saja. assalamualaikum... 

Friday, August 26, 2016

Gestational Diabetes Ketika Hamil?

 
 
Bismillahirrahmanirrahim..
Agak lama blog ini tidak di update. Pejam celik pejam celik, tahun 2016 ini nampaknya memberi pelbagai kejutan yang kadang-kadang tidak saya duga. Antaranya ialah hadirnya seorang lagi khalifah di dalam rahim dan rezeki masuk rumah baru. Rafi dah nak jadi abang!! Dah 36 minggu dah sekarang.. Nak dijadikan kisah, masa kandungan 6 bulan hari tu, bulan puasa, ujian MGTT dibuat dan keputusannya, saya disahkan mengalami Gestational Diabetes (GDM) dengan bacaan lepas minum air gula sebanyak 8.4. Waktu tu hanya Allah je yang tahu perasaan.
 
 
Bermula hari tu, macam kebanyakan ibu hamil yang lain, nurse suruh buat ujian Blood Sugar Profile (BSP) setiap 2 minggu berturut-turut. Beli jugak mesin BSP ni sebab jarak rumah dengan klinik agak jauh dan dengan kerja, memang susah nak ke klinik setiap 2 jam. Waktu ni jugak terpaksa jumpa dietition dan belajar bagaimana untuk kawal makanan terutama melibatkan gula. Kebetulan masa itu adalah bulan puasa, jadi memang tak ada masalah nak kawal pemakanan cuma ada beberapa saranan daripada dietition ketika berbuka puasa iaitu:
 
1) Jangan berbuka dengan kuantiti makanan yang banyak terutama sekali melibatkan makanan yang manis atau karbohidrat yang banyak. 
 
2) Jangan tinggalkan makan atau minum pada malam sebelum tidur. Makanlah walaupun sekeping biskut sebab dia taknak kita mengalami Hypoglycemia (gula rendah dalam darah)
 
3) Jangan tinggal makan sahur. PENTING!!
 
Alhamdulillah, bila cek BSP, gula masih dapat dikawal. Pergi checkup yang seterusnya, berat badan pula turun 1.5 kg. Jumpa dietition balik, dia kata tak payah puasa. Bayangkan, lagi dua hari Ramadhan nak habis, tiba-tiba dietition tak bagi puasa sebab berat badan turun. Mana tak turun, lepas tahu dapat GDM je memang semua dikawal. Tanya encik suami, dia cakap kalau larat, puasa je. Lagipun sayang lagi 2 hari. Jadi, 2 hari tu tetap jugak puasa.
 
Habis Ramadhan, datanglah Syawal, bulan yang penuh dengan makanan-makanan yang berwarna-warni. Lagi-lagi kat Sarawak ni, dengan kek lapis yang pelbagai rasa dan warna memang menarik hati den. Jadi, awal-awal lagi dah set dalam minda, tahun ni kena ada pantang untuk hari raya. Antaranya:
 
1) TOLAK air tin dan air kotak.
 
2) TOLAK makan kuah kacang. (tapi ada jugak makan sekaliii je)
 
3) KEK?? Makan jugak, tapi setengah bagi kat suami.
 
4) Makan biskut satu jenis satu biji je bagi setiap rumah. (Pantang yang lucu tapi tak boleh buat kat biskut makmur..mesti nak tambah jugak..haha)
 
5) KETUPAT, NASI IMPIT, LEMANG - makan satu hingga dua kerat je.
 
Itulah pantang-pantang yang diamalkan sepanjang hari raya hari tu. Ada yang dapat ikut, ada yang terlebih jugak. Yang penting, BSP tu terkawal. Alhamdulillah, sehingga kandungan masuk minggu ke 36 ni, kandungan gula sepanjang BSP dibuat, keputusannya masih di bawah kawalan. Kandungan pun alhamdulillah tidak besar dan berat, malah lebih kecil daripada usia kandungan. Apa-apapun semoga semuanya sihat dan dipermudahkan.
 
Jadi bagi mereka yang disahkan mendapat GDM semasa hamil, jangan terlalu risau. Ikut nasihat doktor, kawal pemakanan, be positive, in shaa Allah semuanya akan baik-baik saja. Apa yang penting, kita mahu anak kita sihat dan tidak akan ada kesannya selepas bersalin nanti. 
 
Wassalam...

Tuesday, June 7, 2016

Tips Pilih Langsir Rumah Kediaman ~Pengalaman Semata~

 
 
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah hari ni dah masuk 2 Ramadhan 1437H. Syukur masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan pada tahun ini. Alhamdulillah jugak progress untuk baitijannati dah hampir 60 peratus. Dapur basah dah siap, (dapur kering je belum), langsir pun dah siap pasang. Langsirlah satu-satunya keperluan yang perlu dilengkapkan sebelum nak masuk rumah. Kalau takde langsir, rasanya satu benda pun tak boleh masuk rumah dulu, betul tak? Jadi, sepanjang pencarian mencari langsir ni 'agak' banyak jugaklah research yang dibuat untuk memilih langsir terbaik.(terbaik kottt bagi diri ini....^_^)
 
Okey, ini adalah tips yang saya dapat daripada beberapa sumber yang tak tahulah berapa kali saya belek sepanjang pencarian ini. 
 
1.Ukuran tingkap
Ini adalah perkara utama dan pertama sekali yang perlu diketahui dan dikuasai. Pastikan ukuran tu betul dan tepat. Jadi, daripada ukuran itu, baru kita dapat tahu besar mana langsir yang kita nak nanti. Dalam ukuran ini, saya hanya ambil ukuran yang tepat, tak ada tambah dan tolak. Bagi mereka yang memilih untuk membeli langsir di kedai yang ada pembantu, mereka akan suggestkan ukuran kain yang perlu dibeli. Tapi bagi mereka yang lebih prefer untuk jahit sendiri, mungkin ada penambahan ukuran yang rasanya diorang sendiri pun tahu. 
 
Ini adalah ukuran yang perlu dititik beratkan. 
 
2. Fabrik
Selepas tahu ukuran dan bayangan langsir yang kita inginkan, pilih pula jenis/ warna fabrik yang kita inginkan. Ini sebenarnya untuk mengelakkan 'kerambangan mata' dalam memilih kain langsir bila masuk kedai nanti. Last-last pening kepala bila tengok semua jenis fabrik, semua warna nampak cantik. Pemilihan warna dan fabrik ni perlu dititikberatkan dengan keadaan pengcahayaan di dalam rumah daaan perabot yang ada di dalam rumah. Kalau rumah yang kelihatan suram, fabrik yang boleh dipilih adalah fabrik yang nipis dan warna yang agak cerah. Dan jangan lupa, sesuaikan dengan tema rumah yang dipilih. Pengalaman pertama ketika memilih fabrik langsir hari tu, saya lebih memilih fabrik yang polos, blackout dan sesuai dengan warna perabot rumah yang kekelabuan. 
 
 
Pemilihan warna biru yang memberi pengcahayaan lebih kepada ruang rumah. Disesuaikan dengan warna bantal kecil sofa dan karpet.
 
 
Langsir polos dan bersaiz besar ni lebih menunjukkan kepada gaya moden. Kebiasaannya disertakan sekali dengan day curtain sebab biasanya kain seperti ini lebih berkonsepkan blackout. Jadi kalau tutup langsir tu waktu siang pun nampak macam malam. Macam langsir hotel kebiasaannya....


Langsir ni lebih berkonsepkan tradisional dan klasik. Banyak corak yang terlihat. Biasanya dipadankan dengan dinding atau perabot yang agak polos. 
 
 
Ini pulak bagi siapa yang suka bermain dengan warna. Tapi cantik jugak kan? Nampak lebih ceria. Tapi den tak berani ha nak cubo.. 
 
 
3. Bajet
Bajet ini juga penting sangat dalam pemilihan langsir. Sebab kain ni ada banyaaaak sangat jenis dan juga harga. Memilih tanpa bajet akan jadikan kita terbelanja lebih daripada yang sepatutnya. Lebih-lebih lagi bagi orang yang pertama kali nak beli langsir. Kalau di Kuching ni, kedai menjual kain langsir ni memang tak banyak, jadi nak bandingkan harga memang tak susah. Jadi penting untuk survei harga kain langsir seperti di dalam kriteria yang telah kita tetapkan. Bukan bajet dari segi kain sahaja tau, jangan lupa untuk ambil kira upah menjahit dan accesories lain yang berkaitan. Jenis jahitan langsir juga perlu diambil kira dalam menentukan bajet. Langsir yang menggunakan jahitan biasa mungkin akan menggunakan bajet yang kecil. Hari tu pun, beli kain langsir di Nilai 3, (ikut zauj ada meeting di Semenanjung), bayaran upah untuk buat langsir jenis eyelet adalah RM18 untuk satu keping. Manakala untuk jahitan biasa adalah percuma. Nasib baik masih masuk dalam bajet untuk buat langsir eyelet.
 
 
4. Tawakal dan redha
Ha, tips keempat ini adalah tips yang paling penting lepas dapat langsir di tangan. Tawakal dan redha pada apa yang kita dah pilih dan tunggu untuk digantung di rumah. Bila dah digantung, baru kita akan tahu apa fungsinya rasa tawakal dan redha ini perlu diterap..hihihi...
Jadi, itulah antara tips-tips yang ingin dikongsikan buat semua. Bukan sebagai seorang yang pakar bab langsir tau, tapi sebagai seorang yang  baru pertama kali memilih langsir untuk kediaman. Sekadar pengalaman untuk dikongsi bersama. Mana tau ada yang nak beli langsir baru untuk Raya ni nanti kan...???
 
 
So, selamat berpuasa lagi untuk semua. Semoga segala urusan dipermudahkan oleh Allah swt. Doakan saya juga sebab tengah pening nak pindah sebelum ke selepas raya. Huhuhu... Pening sebab dry kitchen tak siap je pun.. hihi.. Okeylah.. sayonara..
Assalamualaikum...

Wednesday, March 30, 2016

Buat Hati Yang Basah

 
 
Ketika hati bertanya
Kenapa takdirku begini?
Kenapa mesti akhir? kenapa mesti awal?
Kenapa dia, bukan aku?
Hah, hati mengeluh minda pun rebah
Mata pun banjir dengan basahnya duka

Lantas ditanya lagi semula buat si hati
Siapa engkau untuk mengeluh?
Siapa engkau untuk meratap?
Padahal lahirmu dari titik yang hanya Allah yang benarkan
engkau hidup maka hiduplah engkau

Lalu mata dibanjiri lagi
Banjir diasak rasa syukurnya diri
Dihenyak-henyak rintihan, keluhan pembunuh diri
Ya Allah, Engkau segalanya
 Hati tunduk menadah kasihMu
 
 Kini hati yang basah mula memekarnya bunga
Bunga yang hanya hati sahaja yang memahami
Sungguh di sebalik hujan Engkau sembunyikan matahari
Matahari yang akhirnya
Melengkapkan kehidupan sang bunga
 
Terima kasih Allah
Terima kasih.....
 


 
 

Wednesday, December 16, 2015

Kejutan Ulangtahun Perkahwinan

 
 
Haha, tajuk yang bukan main lagi search kat google semata-mata nak buat kejutan untuk suami sebelum kejadian. Dan alhamdulillah, menjadi akhirnya. Mana tahu, ada yang nak buat jugak kan lepas ni..
 
Okay, rancangan nak ke Sabah sebenarnya out of the plan untuk tahun ni. Actually, suami je yang nak ke sana untuk hadiri majlis perkahwinan kawan dia. Jadi, awal tahun lagi dah beli tiket. Nak dijadikan kisah, kawan dia tukar tarikh kahwin awal seminggu atas sebab tertentu. So,balik je daripada pejabat, suami terus bagi cadangan, daripada dia pergi sorang-sorang ke Sabah, baik dia bawak anak dan isteri sekali..sambil sambut anniversarry katanya. Jadi bermulalah misi mencari tiket dan penginapan untuk percutian 2 hari 2 malam tu.
 
Malam pertama di Sabah, kami duduk di Le Hotel. Bilik di situ..okey jugaklah.. Nanti saya cerita pada entry yang lain eh. Malam kedua...setelah beberapa hari memikirkan rancangan suami, akhirnya kami membuat keputusan untuk menginap di Nexus Karambunai Resort & Spa. Banyak kali jugaklah nak cantas rancangan suami ni sebab harga pun boleh tahan. Suami cakap, "Takpela, kan nak sambut anniversary sekali.." Last-last, terbooked jugak akhirnya via Agoda. Nasib baik waktu tu Agoda ada diskaun.
 
Ha, dari sinilah rancangan bermula. Dua minggu sebelum penerbangan, terfikir pulak nak plan sesuatu untuk ulang tahun. Dan pilihan tempat adalah di Karambunai. Alang-alang kan dan nak bercuti, biar ada memori daun pisang. Akhirnya setelah membuat beberapa penyelidikan, (ha tekun tak tekun nak buat kau..) saya pun hantar email kat pihak hotel untuk cadangkan suprise ni. Dan respon daripada pihak hotel amat cepat. Diorang cadangkan beberapa suprise termasuk buah dan kek.
Lepas fikir dan fikir lagi, akhirnya saya buat keputusan untuk ikut satu cadangan diorang iaitu rose petal kat atas katil, tambah satu lagi idea sendiri. Dan pada waktu kejadian... checkin pukul 2. Masa checkin nilah, belum pape lagi, receptionist siap wish anniversary lagi kat kitorang. Ingat suami tak perasan. Waktu on the way ke bilik, suami tanya, "Eh, macam mana die tahu kita nak sambut anniversary?" Dengan lantangnya bagi jawapan, "Entahlah!" Nasib baik sampai tu je persoalan dia. Kira dia taknak ambik kisahlah waktu tu.
 
Masuk bilik, mata terus carik sesuatu. Aha, ada buah atas meja. Pegi carik peti sejuk, yeay, dah ada kek. Terus letak atas meja. Siap ada kad lagi dari pihak hotel. Suami masuk je, tengok kad, kek dan buah terus seret mata kat si isteri. Yes, satu dah menjadi! 
Kek yang sangat sedap tapi 1/4 je makan. Yang lebih tu, setengah kitorang potong bagi kat pengantin baru. Dan selebihnya simpan dalam peti sejuk, mana tau kakak cleaner nak makan.
For the next suprise adalah pada malamnya. Ha, ingat sampai tu je suprise, tungguuu ye encik suami. Rancangan awalnya, malam tu kawan suami akan datang bawak kitorang pergi dinner. So, saya bagitau pada pihak hotel untuk buat suprise tu waktu kitorang keluar dalam jam 7.30 malam. Nak dijadikan kisah, kawan dia tak jadi datang pulak. Mak ai waktu tu, hati dah berdebar-debar dah takut plan tak jadik. Apa-apa pun, mesti ajak suami keluar sebelum jam 7.30. Mandikan Rafi awal-awal, mandi dan solat siap-siap, terus ngadu lapar kat suami. Padahal waktu tu tak lapar pun. Haha.. Dan jawapan suami, "Abang memang nak ajak sayang makan kat restoran kat bawah tu nanti." Terus hilang rasa resah tu sikit. Sekarang, kena pastikan kami keluar malam tu dalam jam 7.30 malam. Alhamdulillah, Rafi yang tengah tidur tu pun terbangun jugak jam 7, terus siap-siap nak pergi dinner.
 
Habis makan dalam jam 8.30, suami ajak balik bilik cepat sebab Rafi terberak pulak waktu tengah makan tu. Sebelum tu, ajak dulu diorang dua ni jalan-jalan sebab takut pihak hotel tak siap lagi. Dah habid tempat jalan, dengan hati berdebar kitorang balik bilik. Naik lif...jalan ke bilik.... Ya Allah, waktu tu jantung rasa nak keluar je. Siap baca lagi doa, Rabbi yassirni..rabbi yassirni... haha.. Dah nak sampai bilik, tengok kat doorway tu diorang pasang lampu. Hah sudah, masih ada orang ke kat dalam? Sampai kat pintu, scan kad. Dan akhirnya....tadaaa...
 





Daripada pintu masuk, taburan bunga sampai ke katil. kemudian tiap hujung tali helium balloon tu, ada kata-kata yang saya emailkan pada pihak hotel. 

Respon suami? Senyap! "Sayang....". Respon isteri, "Happy anniversary abang!!" Respon Rafi, habis semua bunga dia pijak-pijak. And I saw his tears........^_^ Itulah kemuncaknya..
 
 
Last sekali, apa jadi pada bunga ros yang banyak-banyak tu? 
 
 Tadaa...kutip, tabur kat bilik mandi yang luas tu...haha. Sayang kan nak buang..

Dan balloon tu, esoknya ada dua bijik je yang masih terbang. Kitorang tanggalkan tali, bawak turun pantai dan lepaskan ke langit... seronok!! Begitulah alkisahnya.. Moga dapat jugak jadi inspirasi idea buat semua..

"Tak ada apa yang dapat saya balas dengan apa yang Allah pinjamkan pada saya. Syukur atas segala nikmatNya. Semoga perjalanan yang masih jauh antara kami sentiasa dipayungi redha dan keberkatan Ilahi. Amiinn ya Rabbal 'alaminn..."

 
Doakan kami ya semua....
 
 
 
 

Wednesday, August 12, 2015

Banyakkan Memberi, Kurangkan Meminta

Wajah sugul seorang isteri datang meluah kepada saya, "Ustazah, kadang-kadang saya sudah jemu dengan suami saya. Dia datang hanya bila perlukan saya. Pergi dan tidak pedulikan saya bila semua hajatnya telah dipenuhi. Saya tekad ustazah, untuk membubarkan perkahwinan ini."

Jujur sebagai seorang yang bukannya perunding rumahtangga, saya hanya mampu memberi nasihat dan pandangan sebagai seorang sahabat buat beliau. "Hal yang halal tetapi tidak disukai oleh Allah itu adalah cerai." Kata itu yang terlintas di fikiran pada waktu itu.

"Tapi dia seperti mengabaikan saya. Nak hantar ke kelas ini pun dia marah. Dia cakap waktu macam ni baru nak perlukan dia. Sebelum ni tak peduli pun."

Nah, dari perbualan itu saya dapat menangkap sesuatu. Kata 'waktu ini baru perlukan dia, sebelum ini tak peduli pun' itu memberi suatu gambaran buat saya bahawa suami itu rasa tidak diperlukan sebelumnya. Saya lantas tersenyum dan cuba menutur sedikit nasihat buatnya.

Dalam tulisan ini saya cuba untuk sama-sama berkongsi tentang apa yang kadang-kadang kita rasa betul sebagai seorang manusia tetapi kadang-kadang kita alpa dan leka sehingga akhirnya memberi kesan yang kurang baik buat kita termasuk diri saya sendiri. 'What you give, you get back'. Frasa yang memang selalu dituturkan dan amat berkaitan dalam kehidupan seharian. Saya dahulu pernah mengeluh apabila terpaksa menunggu lama di hospital sedangkan kalau berada di hospital swasta layanannya agak cepat sedikit. Lantas, inilah frasa yang selalu suami balas kepada saya. 
Lantas ini juga yang berlaku dalam kehidupan seharian. Kita berkahwin dengan manusia, yang punya keinginan, punya perasaan yang berubah-ubah. Malah kita sendiri pun kadang-kadang inginkan sesuatu dan kalau tidak diberikan, perasaan boleh berubah-ubah. Cuba kita ingat semula dalam waktu-waktu percintaan sebelum berkahwin. Saya pasti, ramai yang sanggup untuk memberi apa sahaja kepada pasangan semata-mata untuk menarik hati yang dicinta. Jadi mengapa tidak sedemikian setelah lama berumahtangga? 
Jadi di dalam keadaan seperti si isteri tadi, ini nasihat saya:

1. Dekatkan diri kepada pemilik hati

Hati itu boleh berbolak balik mengikut kehendak penciptanya. Hati kita, hati suami, hati sesiapapun. Jadi mengapa tidak kita adukan segalanya kepada pemilik itu sendiri? Nikmat terbaik yang kita perolehi adalah sesuatu perkara berlaku kepada kita yang akhirnya mendekatkan kita kepada Allah walaupun ianya menyakitkan. Ambillah nikmat ini dan kita akan menjadi kuat, lebih kuat daripada sangkaan kita. Mengadulah... 

2. Banyakkan memberi

Setiap isteri memiliki tanggungjawab yang wajib ditunaikan kepada suami. Profesor Muhaya selalu menjawab pertanyaan mereka yang memiliki masalah seperti ini dengan satu pertanyaan yang lain. 'Sebelum kita bertanya apa yang orang bagi kepada kita, pernah tak kita bertanya apa yang telah kita beri kepada orang itu?' Kita kadang-kadang sibuk bertanya, kenapa orang lain dapat begini, kenapa tidak kita? Pernah tak kita soal diri sendiri, saya pernah tak memberi layanan seperti ini kepada orang lain? Berapa banyak kebaikan saya telah beri kepada orang lain? Nah, cuba fikirkan..

3. Bincang, bincang dan bincang
 
Rasulullah SAW merupakan insan yang menekankan amalan bermusyawarah sebagai salah satu cara untuk menyelesaikan masalah. Di mana-mana sekalipun, apa keadaaan masalah sekalipun berbincang itu merupakan salah satu penyelesaiannya. "Suami saya orang yang sukar untuk diajak berbincang, ustazah." Suami memiliki ego tersendiri. Sebagai seorang lelaki memang tidak dinafikan mereka tidak mahu dilihat lemah pada mata sang isteri. Lantas nasihat saya pada beliau, jangan ajak waktu hati tengah marah. Tunggu masa yang sesuai untuk diajak berbincang, tetapi dalam waktu menunggu itu, layan suami sebaiknya. Kalau tidak dilayan, sampai bila-bila pun perbincangan tidak akan berlaku. 

4. Doa, redha dan tawakal
"Saya dah tak ada perasaan lagi pada suami saya. Saya redha, ustazah dengan apa yang saya dapat ni." Lantas saya jawab, "Puan, kalau boleh redha itu adalah usaha terakhir puan bagi masalah ini. Selagi usaha yang lain tidak lagi puan lakukan, jangan pernah menyesal dengan pilihan puan sendiri."
Rumahtangga yang dijalani bersama bertahun-tahun lamanya, mengapa sekarang sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Sebab orang ketiga? Sebab hilang perasaan sayang? Tanya kemudiaanya pada diri, sebab akukah? Ada perkara yang kurang yang masih belum ditunaikan kepada pasangan? Kemudian atur langkah agar rumahtangga yang bertahun lamanya itu berkekalan hingga ke akhir hayat. Semoga kita semua dikurniakan rumahtangga yang bahagia, mawaddah dan sakinah. dan ingatlah, Allah adalah qawiy iaitu kuat, jika mahu kekuatan, maka mintalah daripadanya.
wallahua'lam.



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Instagram